sistem-metering-dslr

Setiap kamera SLR digital modern dari pabriknya dilengkapi dengan teknologi bernama Metering Mode, Exposure Metering, Camera Metering atau untuk lebih praktisnya kita sebut Metering yang sudah dirakit didalamnya. Dalam artikel ini kita akan berusaha memahami apa itu metering? bagaimana cara kerjanya serta beberapa kelemahan utama yang harus kita hadapi (underexposed & overexposed). Dalam artikel selanjutnya, lebih jauh kita pahami tentang mode metering (matrix/evaluative, center weighted & spot metering).

Apa Itu Metering? Apa Gunanya?

Secara prinsip tidak beda dengan meteran gulung yang dipakai pekerja konstruksi atau meteran pita yang dipakai tukang jahit untuk mengukur panjang, hanya metering ini dipakai oleh kamera DSLR untuk mengukur cahaya, yang secara relatif lebih njelimet dibanding dengan mengukur panjang.

Metering dipakai untuk mengukur cahaya yang dilihat oleh kamera (cahaya yang masuk ke lensa). Saat kita melihat obyek foto melalui viewfinder kamera, kondisi cahaya di obyek tersebut akan diukur oleh sistem metering. Tujuan utama dari sistem metering kamera adalah menghasilkan foto yang pas eksposure-nya (baca lagi pengertian eksposure). Metering melakukannya dengan menganalisa tingkat gelap terang sebuah obyek foto kemudian menentukan besarnya shutter speed, aperture serta ISO supaya hasil foto anda pas, tidak terlalu gelap ataupun tidak terlalu terang.

Hmm pusing nya…. oke, gampangya begini. klik untuk membaca kelanjutannya …

Metallica at Rock Werchter 2009 â?«â?ª | Flickr - Photo Sharing!

Konser musik adalah obyek menarik untuk mengasah kemampuan fotografi kita, dari sifatnya yang dinamis sehingga memaksa kita harus cepat beradaptasi dalam membaca perubahan mood sampai dengan sifat pencahayaan yang menantang yang harus kita hadapi saat mengatur setting di kamera. Bagi anda yang belum pernah mencoba memotret konser musik, berikut beberapa tips singkat yang semoga bisa membantu supaya hasil foto anda lebih menarik:

klik untuk membaca kelanjutannya …

Jarak fokus minimum

Semua jenis lensa yang tersedia di pasaran memiliki titik dimana jika kita bergerak lebih dekat ke obyek foto, maka lensa tidak akan bisa fokus (blur). Secara umum, titik ini biasa disebut Minimum Focusing Distance (MFD) atau jarak fokus minimum. MFD dinyatakan dalam satuan panjang (misal 0,5 m) diukur dari jarak sensor cahaya di kamera sampai dengan obyek foto. Jika sebuah lensa, seperti foto diatas memiliki MFD 0,25 meter (25 cm) berarti bahwa jarak minimum obyek foto ke sensor foto agar foto tetap tajam adalah 25 sentimeter, begitu kita membawa obyek foto lebih dekat ke kamera, maka foto akan mulai blur. klik untuk membaca kelanjutannya …